Sabtu, 06 Juni 2015

MENAHAN JURUS KAMEHAME

KAAAAAAA..... MEEEEEE... HHHAAA... MEE... HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.......................................

hosh., hosh., hosh., hfffftttttttttttttttt..... pyuuuuhhh.,

Wah.,tanahnya sampai berlubang seperti terkena batuan meteor..
Apaaaa?????? Dia (musuh) masih bergerak setelah terkena KAMEHAME-ku??!!@%*$}
Aaaaaarrrgggghhhhhhhh.,tidak!!!! Aku harus menyerangnya kembali..

 ciiiiiattttttt.,,, kaaaaa...meee..haaa..meee,,,haaaaaaa.,
suuuuuuiiiiiinnggggg.,. jegeeeerrrrrrrr.,duarrrrr.,

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Inilah gambaran apabila kita menuruti amarah kita. Kita kesal akan seseorang. Kita menyerangnya dengan amarah kita, keluarlah kata-kata kotor yang seharusnya tak keluar dari mulut kita. Tenaga pun terkuras, rahang pun menjadi pegal, alis pun naik seperti alis angry bird, mulut pun berbusa dengan ludah (iuhhh., jorok), dan lebih parah kita akan menimbun kotoran dalam hati (hmmm...).

Saat kita puas mengeluarkan kata-kata yang tiada guna, bagus apabila ada yang mengalah. Sebaliknya, ternyata musuh (didramatisir agar lebih seru : orang yang bertengkar dengan kita) balik menyerang kita. Maka, "jurus kamehame" akan kita keluarkan untuk kedua kalinya dengan sia-sia. 

Sebenarnya tak ada untungnya mengeluarkan "jurus kamehame", akan lebih baik kalau kita menahannya. Berpikirlah bijak, pikirkan kembali apabila kita akan menuruti amarah. Benar orang berkata, "diam itu emas", diam bukan berarti pengecut melainkan salah satu sikap bijaksana yang terkadang harus kita lakukan.

DOA DULU ATAU IKHTIAR DULU ?



AAGYM


Coba dijawab pertanyaan ini

Doa dulu atau ikhtiar dulu ?

Kalau mata ditutup, jalan dulu atau bertanya dulu?

Kalau kita sedang lemah, Minta dibantu dulu atau langsung bergerak?



Jawaban ….

Jadi yang tau segalanya hanya Allah

Hanya Allah yang tau rejeki kita

Hanya Allah yang menciptakan rejeki kita

Hanya Allah yang kuasa memudahkan rejeki kita

Jadi jawaban pertanyaan “Doa dulu atau ikhtiar dulu?” adalah “DOA dulu”

Doa, minta ke Allah, supaya ditunjukan rejeki kita jatahnya yang mana, halal yang mana, kemudian kita ikhtiar.

Ikhtiar yang dituntun oleh Allah pasti tepat.

Tapi ikhtiar tanpa dituntun Allah, pasti stress…



Doa adalah saripati ibadah

Firman Allah :


“Tidak sekali kali Aku ciptakan jin dan manusia untuk Ibadah.” (Adz Dzaariyaat: 56)



Dan Doa adalah senjatanya mukmin. Doa adalah cahaya bagi langit dan bumi.

Anjuran Berdoa Banyak diriwayatkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menganjurkan dan mendorong seseorang hamba untuk berdo’a, diantaranya :


“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)

“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

“Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)

“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya ; ditangguhkan hingga hari kiamat ; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)

“Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)

Doa yang paling bagus adalah doa yang husnudzon kepada Allah, kalau kita yakin Allah akan menolong, maka pasti akan ditolong Allah, tapi yakin harus dengan amal.



KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Jumat, 05 Juni 2015

AKU INGIN MENJADI SI KAYA

Saat orang berkata, apa cita-citamu?? Pastilah kebanyakan menjawab ingin menjadi dokter, ilmuwan, astronot, penulis dan apapun bidang pekerjaan yang ada di muka bumi ini.

Kalau aku???
Ah, dalam benakku hanya pemikiran sederhana dan sepertinya klise. 
AKU INGIN MENJADI SI KAYA...

Tak banyak inginku, tapi bukan pula seperti orang yang sedang berputus asa akan dunia.

... "Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah" ...

Kalimat itu terdengung kembali malam ini. Seolah beruang yang baru bangun setelah hibernasi yang panjang selama musim dingin, aku pun tersadar apa yang akan menjadi tujuanku. Perlulah menjadi si kaya agar bisa berbagi harta. Bukankah Allah pun menganjurkan demikian? 

Biarkan takdir yang ditopang ikhtiar dan do'aku yang menuntunku akan menjadi apa. Aku akan berjalan terus tanpa henti untuk bisa menjadi si kaya agar bisa berbagi dengan sesama.



Ah... in hanya "BEJANAKU" saja..


SEBAB ORANG SULIT BERKEMBANG (1) – AAGYM

AAGYM


Alhamdulillah. Segala puji hanyalah milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah kepada kita sehingga kita selalu berada di jalan yang diridhoi-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.

Saudaraku, sebagai manusia kita tentu selalu berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Kita sangat ingin iman kita semakin kuat, ibadah semakin meningkat, akhlak semakin indah. Kita pun ingin pekerjaan kita semakin baik, karir semakin cemerlang, bisnis semakin berkah. Semua ini adalah hal yang manusiawi dan memang Rasulullah Saw. mengajarkan kita untuk bisa tumbuh dan berkembang dalam kebaikan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa membuat kita mengalami kesulitan untuk berkembang. 

Diantaranya adalah :Pertama, merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya padahal sama sekali tidak memadai untuk mensikapi persoalan yang terus berubah-ubah. Dalam bahasa lain bisa disebut merasa sudah pintar, merasa sudah cerdas sehingga gengsi untuk belajar lagi, menolak nasehat apalagi memintanya, malas menambah ilmu atau sekedar bertanya kepada orang lain untuk menambah wawasan.Bahaya dari sikap ini adalah karena sikap ini bisa termasuk kepada kesombongan. 
Rosululloh Saw. bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang sahabat lantas bertanya,“Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda,“Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

Kedua, bergaul hanya dengan orang-orang yang kemampuannya di bawah dirinya. Sehingga ia selalu mendapat pujian, dan dia pun terjebak pada rasa senang dipuji. Kemudian, muncullah penyakit ujub di dalam hatinya, yait merasa bangga diri, merasa hebat.Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadits, “Tiga hal yang membinasakan : Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.”(HR. Thabrani)

Ketiga, dengki. Seorang pendengki saat melihat prestasi orang lain, maka yang muncul dalam hatinya adalah kebencian dan kebusukan hati. Padahal setiap kali melihat prestasi orang lain, sebenarnya itu adalah pemacu motivasi dari Alloh supaya kita bisa ber-fastabiqul khoirot, berkompetisi di dalam kebaikan.Rasulullah Saw. bersabda,“Jauhilah oleh kalian iri dengki, karena ia akan memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud)
Inilah beberapa kendala yang bisa membuat seseorang sulit untuk berkembang. Semoga Alloh Swt. selalu memberi kita petunjuk sehingga kita bisa terhindar dari penghalang-penghalang tadi, dan kita pun bisa menjadi pribadi yang semakin hari semakin berkualitas. []

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Editor : Rashid Satar