Minggu, 06 September 2015

Kata Hatiku Malam Ini

Atas izin-MU.,

Aku tak ingin seperti biasanya, bukan berarti ingin menjadi luar biasa, hanya ingin yg tepat.
Dua puluh empat tahun?? Apa yang sudah ku perbuat?? Apa yang bisa ku lakukan??
hmmmmm...
Waktu seperti melintas terlalu cepat di depanku. Seingatku, dulu dipangku ibu dan dimanja ayah. Bermain, belajar, makan, minum dan tidur tak banyak yang dipikirkan. Masa kecil, masa remaja dan berubah menjadi dewasa.
Apakah aku sudah dewasa?? Tadinya ku pikir melakukan kesalahan saat dewasa seperti masa kecil itu sesuatu yang memalukan. Tapi, itulah yang harus kita lalui saat menjadi dewasa, melakukan kesalahan untuk belajar, belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang kedua. Terkadang saat proses belajar itu kita mendapat ketidakadilan yang mendiskriminasi bahwa kita tidak punya kesempatan untuk melaluinya. Apakah itu membuktikan bahwa kalian sudah merasa sempurna? Apakah kalian merasa sudah menjadi manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan apapun? Tak ayal seperti manusia yang berjalan di tepi tebing dengan angkuhnya. Ironis, seperti menjadi dewasa itu tanpa proses panjang.
Sudahlah... sejenak ku lupakan bagaimana menjadi dewasa. Aku kembali pada realita. Aku berusaha berdiri tegak saat pundakku tak sengaja menunduk. Saat berpikir tak ada jalan untuk menundukkan benteng itu, aku hanya bisa menguatkan keyakinanku, keyakinanku pada-Mu. Tak banyak yang bisa kupikirkan, tak banyak yang bisa ku lakukan tanpa kuasa-Mu. Aku hanya bisa berharap pada-Mu, hanya bisa mengadu akan keresahan dalam dada ini. 
Ya Allah.. biarkan diri ini tetap menjadi kekasih-Mu. Aku tahu bahwa diri ini tak layak, tapi aku percaya bahwa Engkau selalu dekat dengan hamba-Mu yang ingin mendekat. Biarkan pintu-Mu terbuka untukku sampai nyawa lepas dari raga ini. Aku tak ingin menjadi manusia yang menyesal nantinya. Ampuni diri ini yang tak tahu diri... Biarkan kuasa-Mu yang menguatkanku, sehingga aku tak salah mengartikan persinggahan di hidup yang fana ini.

Sabtu, 06 Juni 2015

MENAHAN JURUS KAMEHAME

KAAAAAAA..... MEEEEEE... HHHAAA... MEE... HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.......................................

hosh., hosh., hosh., hfffftttttttttttttttt..... pyuuuuhhh.,

Wah.,tanahnya sampai berlubang seperti terkena batuan meteor..
Apaaaa?????? Dia (musuh) masih bergerak setelah terkena KAMEHAME-ku??!!@%*$}
Aaaaaarrrgggghhhhhhhh.,tidak!!!! Aku harus menyerangnya kembali..

 ciiiiiattttttt.,,, kaaaaa...meee..haaa..meee,,,haaaaaaa.,
suuuuuuiiiiiinnggggg.,. jegeeeerrrrrrrr.,duarrrrr.,

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Inilah gambaran apabila kita menuruti amarah kita. Kita kesal akan seseorang. Kita menyerangnya dengan amarah kita, keluarlah kata-kata kotor yang seharusnya tak keluar dari mulut kita. Tenaga pun terkuras, rahang pun menjadi pegal, alis pun naik seperti alis angry bird, mulut pun berbusa dengan ludah (iuhhh., jorok), dan lebih parah kita akan menimbun kotoran dalam hati (hmmm...).

Saat kita puas mengeluarkan kata-kata yang tiada guna, bagus apabila ada yang mengalah. Sebaliknya, ternyata musuh (didramatisir agar lebih seru : orang yang bertengkar dengan kita) balik menyerang kita. Maka, "jurus kamehame" akan kita keluarkan untuk kedua kalinya dengan sia-sia. 

Sebenarnya tak ada untungnya mengeluarkan "jurus kamehame", akan lebih baik kalau kita menahannya. Berpikirlah bijak, pikirkan kembali apabila kita akan menuruti amarah. Benar orang berkata, "diam itu emas", diam bukan berarti pengecut melainkan salah satu sikap bijaksana yang terkadang harus kita lakukan.

DOA DULU ATAU IKHTIAR DULU ?



AAGYM


Coba dijawab pertanyaan ini

Doa dulu atau ikhtiar dulu ?

Kalau mata ditutup, jalan dulu atau bertanya dulu?

Kalau kita sedang lemah, Minta dibantu dulu atau langsung bergerak?



Jawaban ….

Jadi yang tau segalanya hanya Allah

Hanya Allah yang tau rejeki kita

Hanya Allah yang menciptakan rejeki kita

Hanya Allah yang kuasa memudahkan rejeki kita

Jadi jawaban pertanyaan “Doa dulu atau ikhtiar dulu?” adalah “DOA dulu”

Doa, minta ke Allah, supaya ditunjukan rejeki kita jatahnya yang mana, halal yang mana, kemudian kita ikhtiar.

Ikhtiar yang dituntun oleh Allah pasti tepat.

Tapi ikhtiar tanpa dituntun Allah, pasti stress…



Doa adalah saripati ibadah

Firman Allah :


“Tidak sekali kali Aku ciptakan jin dan manusia untuk Ibadah.” (Adz Dzaariyaat: 56)



Dan Doa adalah senjatanya mukmin. Doa adalah cahaya bagi langit dan bumi.

Anjuran Berdoa Banyak diriwayatkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menganjurkan dan mendorong seseorang hamba untuk berdo’a, diantaranya :


“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)

“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

“Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)

“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya ; ditangguhkan hingga hari kiamat ; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)

“Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)

Doa yang paling bagus adalah doa yang husnudzon kepada Allah, kalau kita yakin Allah akan menolong, maka pasti akan ditolong Allah, tapi yakin harus dengan amal.



KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Jumat, 05 Juni 2015

AKU INGIN MENJADI SI KAYA

Saat orang berkata, apa cita-citamu?? Pastilah kebanyakan menjawab ingin menjadi dokter, ilmuwan, astronot, penulis dan apapun bidang pekerjaan yang ada di muka bumi ini.

Kalau aku???
Ah, dalam benakku hanya pemikiran sederhana dan sepertinya klise. 
AKU INGIN MENJADI SI KAYA...

Tak banyak inginku, tapi bukan pula seperti orang yang sedang berputus asa akan dunia.

... "Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah" ...

Kalimat itu terdengung kembali malam ini. Seolah beruang yang baru bangun setelah hibernasi yang panjang selama musim dingin, aku pun tersadar apa yang akan menjadi tujuanku. Perlulah menjadi si kaya agar bisa berbagi harta. Bukankah Allah pun menganjurkan demikian? 

Biarkan takdir yang ditopang ikhtiar dan do'aku yang menuntunku akan menjadi apa. Aku akan berjalan terus tanpa henti untuk bisa menjadi si kaya agar bisa berbagi dengan sesama.



Ah... in hanya "BEJANAKU" saja..


SEBAB ORANG SULIT BERKEMBANG (1) – AAGYM

AAGYM


Alhamdulillah. Segala puji hanyalah milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah kepada kita sehingga kita selalu berada di jalan yang diridhoi-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.

Saudaraku, sebagai manusia kita tentu selalu berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Kita sangat ingin iman kita semakin kuat, ibadah semakin meningkat, akhlak semakin indah. Kita pun ingin pekerjaan kita semakin baik, karir semakin cemerlang, bisnis semakin berkah. Semua ini adalah hal yang manusiawi dan memang Rasulullah Saw. mengajarkan kita untuk bisa tumbuh dan berkembang dalam kebaikan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa membuat kita mengalami kesulitan untuk berkembang. 

Diantaranya adalah :Pertama, merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya padahal sama sekali tidak memadai untuk mensikapi persoalan yang terus berubah-ubah. Dalam bahasa lain bisa disebut merasa sudah pintar, merasa sudah cerdas sehingga gengsi untuk belajar lagi, menolak nasehat apalagi memintanya, malas menambah ilmu atau sekedar bertanya kepada orang lain untuk menambah wawasan.Bahaya dari sikap ini adalah karena sikap ini bisa termasuk kepada kesombongan. 
Rosululloh Saw. bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang sahabat lantas bertanya,“Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda,“Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

Kedua, bergaul hanya dengan orang-orang yang kemampuannya di bawah dirinya. Sehingga ia selalu mendapat pujian, dan dia pun terjebak pada rasa senang dipuji. Kemudian, muncullah penyakit ujub di dalam hatinya, yait merasa bangga diri, merasa hebat.Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadits, “Tiga hal yang membinasakan : Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.”(HR. Thabrani)

Ketiga, dengki. Seorang pendengki saat melihat prestasi orang lain, maka yang muncul dalam hatinya adalah kebencian dan kebusukan hati. Padahal setiap kali melihat prestasi orang lain, sebenarnya itu adalah pemacu motivasi dari Alloh supaya kita bisa ber-fastabiqul khoirot, berkompetisi di dalam kebaikan.Rasulullah Saw. bersabda,“Jauhilah oleh kalian iri dengki, karena ia akan memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud)
Inilah beberapa kendala yang bisa membuat seseorang sulit untuk berkembang. Semoga Alloh Swt. selalu memberi kita petunjuk sehingga kita bisa terhindar dari penghalang-penghalang tadi, dan kita pun bisa menjadi pribadi yang semakin hari semakin berkualitas. []

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Editor : Rashid Satar

Minggu, 31 Mei 2015

BILA HATI SEDANG GALAU


Bila hati Sedang GALAU
Bila hati terasa resah gelisah dan gundah gulana,
Silakan periksa
Siapa/ apa yg mendominasi hati ini ?
Semakin kuat harap atau takut kepada makhluk, atau semakin suka/ cinta kepada makhluk/ benda
Sehingga mendominasi hati dan pikiran, maka itulah penyebabnya.
Tak selayaknya. Makhluk dan benda yang tak daya dan upaya jadi sandaran ataupun ditakuti, karena segala Kekuasaan dan Ketentuan hanya milik Allah semata.
Segera kembalikan kepada Yang Maha Kuasa atas segalanya.
Semakin cepat dikembalikan, semakin dipasrahkan, semakin yakin akan segala kesempurnaan takdirnya,
Niscaya hati akan jadi lega, nyaman, mantap mengarungi episode apapun
Allah Maha Tau isi hati kita
Bila hati ini dipenuhi oleh selain-Nya, Dia tak akan suka,
Bila hati ini dipenuhi oleh-Nya
Segala urusan kita menjadi tanggungan-Nya.
Niscaya akan mendapatkan sebaik-baik takdir yang memuaskan dunia akhirat kita.

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

GELISAH KARENA ALLOH


Saudaraku, dalam kehidupan ini kita tentu pernah bahkan sering mengalami kegelisahan. Entah itu kegelisahan karena masalah pekerjaan, masalah rumahtangga, masalah keuangan, masalah sekolah, masalah jodoh, masalah rezeki dan lain sebagainya.
Tidak jarang juga orang yang meski berada di dalam rumah yang serba ada, kendaraan bagus, makanan lebih dari cukup, kursi dan tempat tidur yang empuk, namun semua itu tidak bisa mengobati kegelisahan yang ada di dalam hatinya. Mengapa demikian?
Saudaraku, gelisah itu ada beberapa jenis. Ada gelisah yang bagus, yaitu gelisah karena merasa takut jauh dari Alloh, gelisah karena takut tidak disukai Alloh. Atau gelisah karena takut tidak bisa mengamalkan amal perbuatan yang disukai Alloh. Atau gelisah karena takut tidak mendapatkan ampunan Alloh. Gelisah yang berhubungan dengan urusan akhirat atau dengan kedudukan di sisi Alloh, itu adalah gelisah yang berkah.
Kegelisahan seperti ini justru akan menghadirkan suasana yang enak di dalam hati kita. Hati ini milik Alloh, jikalau Alloh mengkhendaki hati kita tenang, maka akan tenang. Namun jikalau Alloh mengkhendaki agar hati kita tidak tenang, maka tidak akan tenang. Kegelisahan yang disebabkan rasa harap dan takut karena Alloh, adalah sesuatu hal yang disukai oleh-Nya, sehingga Alloh niscaya akan mengkaruniakan ketenangan kepada kita.
Tidak ada yang pantas membuat kita gelisah dari urusan duniawi ini. Gelisah karena urusan dunia hanya akan membuat hati kita semakin cemas, khawatir, takut oleh urusan yang tidak perlu. Gelisah yang tidak dikembalikan kepada Alloh Yang Maha Membolak-balik hati hanya akan membuat hidup kita terasa sempit, seolah tak ada tempat untuk berlindung dan memohon kelapangan.
Oleh karena itulah Alloh Swt. mengajarkan sebuah doa kepada kita manakala kita dilanda rasa gelisah, sebagaimana firman Alloh Swt.,“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran [3] : 7).
Rosululloh Saw. juga mengajarkan kita untuk sering meminta kepada Alloh Swt. dengan doa, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
(HR.Tirmidzi, Ahmad, al Hakim)
Semoga setiap kegelisahan yang muncul di hati kita, senantiasa bisa kita kembalikan kepada Alloh Swt. Hanya kepada Alloh kita meminta dan hanya kepada Alloh kita memohon perlindungan. Wallohua’lam bishowab.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.