Atas izin-MU.,
Aku tak ingin seperti biasanya, bukan berarti ingin menjadi luar biasa, hanya ingin yg tepat.
Dua puluh empat tahun?? Apa yang sudah ku perbuat?? Apa yang bisa ku lakukan??
hmmmmm...
Waktu seperti melintas terlalu cepat di depanku. Seingatku, dulu dipangku ibu dan dimanja ayah. Bermain, belajar, makan, minum dan tidur tak banyak yang dipikirkan. Masa kecil, masa remaja dan berubah menjadi dewasa.
Apakah aku sudah dewasa?? Tadinya ku pikir melakukan kesalahan saat dewasa seperti masa kecil itu sesuatu yang memalukan. Tapi, itulah yang harus kita lalui saat menjadi dewasa, melakukan kesalahan untuk belajar, belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang kedua. Terkadang saat proses belajar itu kita mendapat ketidakadilan yang mendiskriminasi bahwa kita tidak punya kesempatan untuk melaluinya. Apakah itu membuktikan bahwa kalian sudah merasa sempurna? Apakah kalian merasa sudah menjadi manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan apapun? Tak ayal seperti manusia yang berjalan di tepi tebing dengan angkuhnya. Ironis, seperti menjadi dewasa itu tanpa proses panjang.
Sudahlah... sejenak ku lupakan bagaimana menjadi dewasa. Aku kembali pada realita. Aku berusaha berdiri tegak saat pundakku tak sengaja menunduk. Saat berpikir tak ada jalan untuk menundukkan benteng itu, aku hanya bisa menguatkan keyakinanku, keyakinanku pada-Mu. Tak banyak yang bisa kupikirkan, tak banyak yang bisa ku lakukan tanpa kuasa-Mu. Aku hanya bisa berharap pada-Mu, hanya bisa mengadu akan keresahan dalam dada ini.
Ya Allah.. biarkan diri ini tetap menjadi kekasih-Mu. Aku tahu bahwa diri ini tak layak, tapi aku percaya bahwa Engkau selalu dekat dengan hamba-Mu yang ingin mendekat. Biarkan pintu-Mu terbuka untukku sampai nyawa lepas dari raga ini. Aku tak ingin menjadi manusia yang menyesal nantinya. Ampuni diri ini yang tak tahu diri... Biarkan kuasa-Mu yang menguatkanku, sehingga aku tak salah mengartikan persinggahan di hidup yang fana ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar